
Seorang gadis kecil mengusap matanya yang memanas. Kekecewaan terbesar adalah mengobati luka yang dibuat seorang teman yang ke sekian kalinya. Baginya, buku komik adalah harta sangat berharga. Setiap hari dia menahan lapar dan haus di sekolah, tak menghiraukan sedapnya somay dan gurihnya stick ayam di kantin (asliiii enak dan masih pengen sampe sekarang!). Itu semua demi bisa membeli tiap seri Komik Chrystal Dragon.
Setelah terkumpul 14 seri (belum tamat dan masih menunggu seri berikutnya terbit), semudah menengadahkan kepala, semuanya lenyap. Tak tersisa.
Sang teman yang meminjam dan menghilangkannya hanya berkata "Komiknya hilang semua, maaf ya!"
Saat itu tak bisa bicara banyak, hanya terasa sakit di ulu hati. Mengingat receh demi receh yang dikumpulkan untuk membelinya dan keasyikan tak tergantikan saat membacanya. Dan tak ada niat untuk menggantikannya.
15 tahun berlalu, si gadis sudah mengumpulkan banyak cerita pendek yang sudah ditulis. Bertahun-tahun mengumpulkan dari inspirasi warna hidupnya. Semuanya pun berharga baginya. Sayang nasibnya sama seperti komik Chrystal Dragon. Harus hilang begitu saja di tangan seorang teman.
Setiap orang memiliki sesuatu yang berharga baginya, dan harus rela jika suatu saat hilang karena semua adalah titipan. Hanya saja tak terlupakan saat dilakukan oleh teman.
Saat ini pun terasa perih ketika seorang teman merampas hak kita dengan caranya yang tak acuh. Silahturahmi jangan sampai putus tapi kepercayaan itu tak bisa dielakkan sudah memudar.
Hidup jalan terus, kita pasti mendapatkan yang lebih baik lagi... jauh lebih baik jika kita bisa mengikhlaskan.
Posting pertama mestinya happy story tapi hidup ga selamanya indah, justru kerikil-kerikil semacam ini yang membuat kita bisa menikmati saat indahnya ;)
No comments:
Post a Comment